Begini Tips Aman Bertransaksi dengan Traveloka Paylater

Jika tidak dikelola dengan baik, Traveloka Paylater juga bisa menjerumuskan. Agar hal tersebut tidak sampai terjadi, simak tips berikut!

Faktanya, adanya paylater memang sangat memudahkan pengguna Traveloka untuk mewujudkan perjalanan impian. Anda bisa membeli tiket pesawat dan reservasi hotel, tanpa harus pusing soal ketersediaan dana. Belum lagi, besaran bunganya yang tergolong rendah juga tidak akan membuat Anda tercekik atau terlalu terbebani. Soal keamanan pun tak perlu diragukan karena telah berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Namun meski demikian, bukan berarti Anda bisa dengan bebas menggunakannya tanpa kontrol. Anda tetap harus bersikap bijak dalam penggunaannya agar transaksi pinjam-meminjam ini tidak berujung merugikan. Bagaimanapun, jika Anda menggunakannya secara bebas dan tanpa pikir panjang, ini akan berbuntut pada tagihan yang membengkak dan akhirnya menyusahkan. Tentu Anda tak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

Karena itulah, penting untuk menerapkan tips aman bertransaksi dengan cicilan kredit online Traveloka berikut ini;

1. Perhatian Syarat dan Ketentuan secara Detail

Satu hal penting yang harus diingat adalah jangan pernah abai terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku. Terlebih ketika berhubungan dengan kredit atau cicilan online. Anda harus terlebih dulu membaca secara teliti dan detail, guna memastikan bahwa transaksi tersebut aman serta sesuai dengan kondisi keuangan.

Ingat, jangan sampai tergiur begitu saja dengan iklan atau penawaran yang menakjubkan.  Bacalah secara saksama terkait besaran bunga, tenor atau masa cicilan, batas pinjaman, cara pembayaran, hingga sanksi atau biaya denda keterlambatan. Untuk kemudian, Anda bisa berpikir ulang dan mengambil keputusan.

2. Pilih Transaksi Sesuai Kemampuan

Limit paylater memang bisa digunakan untuk apa saja, namun tetap harus diingat bahwa itu adalah utang. Anda tetap harus membayarnya, entah dalam rentang satu bulan atau cicilan hingga 12 bulan.

Karena itulah, Anda harus bersikap bijak dalam menggunakan limit paylater. Usahakan lakukan transaksi sesuai kemampuan membayar, agar nantinya Anda tidak terbebani oleh tagihan. Dalam hal ini, Anda pun harus memperhatikan besaran bunga. Umumnya, semakin lama tenor, bunganya pun akan semakin besar. Jadi, pertimbangkan baik-baik sebelum melakukan transaksi, dan sesuaikan dengan kondisi finansial.

3. Gunakan Hanya Saat Membutuhkan

Agar tidak terus-menerus terjebak pada lingkaran cicilan, ada baiknya jika Anda menggunakan paylater hanya pada saat benar-benar membutuhkan. Misal, ketika harus melakukan perjalanan mendadak, perjalanan bisnis tapi dana perusahaan belum turun, atau sesekali traveling guna merefresh pikiran sejenak. Yang terpenting, tanamkan mindset bahwa kredit atau cicilan bukanlah media pembayaran utama. Jadi, selagi masih bisa membayar secara cash, lebih baik tidak menggunakan paylater.

4. Tentukan Limit Penggunaan secara Pribadi

Ketika melihat limit yang tertera di akun terbilang cukup besar, lakukan kontrol agar Anda tidak tergiur untuk menggunakannya. Anda bisa mengendalikan diri dengan cara menentukan limit atau batas penggunaan pribadi. Misalnya, dalam satu bulan hanya boleh melakukan satu kali transaksi, atau transaksi yang dilakukan harus di bawah nominal tertentu sesuai kemampuan membayar.

Dengan cara membatasi diri seperti ini, dijamin perputaran keuangan Anda akan cenderung lebih stabil. Dalam artian, keuangan tidak hanya diperuntukkan untuk kewajiban membayar tagihan atau cicilan saja.

5. Usahakan Bayar Tagihan Tepat Waktu

Hal penting yang juga tak boleh diabaikan adalah waktu jatuh tempo pembayaran. Usahakan Anda bisa membayar cicilan sebelum batas waktu atau setidaknya tidak sampai terlambat. Hal ini penting guna menghindari adanya denda atau bunga tambahan sebagai sanksi keterlambatan.

Tak hanya itu, dengan rajin membayar tepat waktu, reputasi akun akan cenderung positif sehingga Anda pun berkesempatan mendapat tambahan limit atau bunga 0%.

Nah, itulah tips aman bertransaksi dengan Traveloka Paylater. Terapkan tips tersebut agar paylater tidak menjadi boomerang yang justru memberatkan Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *